Investasi Reksa Dana Bisa Menguntungkan, Tapi Ada Triknya

94

Di saat kondisi ekonomi bergejolak, ada beberapa instrumen investasi yang masih membukukan hasil positif. Salah satunya adalah reksa dana, tepatnya reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

Bayangkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hampir 20 persen selama 2,5 bulan terakhir. Di saat yang sama, ada produk reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap yang berhasil mencetak keuntungan positif sebesar belasan persen. Apa sih reksa dana itu?

Reksa dana adalah wadah untuk mengumpulkan dana investor yang mana sekumpulan dana tersebut nantinya dikelola oleh manajer investasi dan diinvestasikan ke berbagai jenis instrumen investasi yang tersedia. Singkatnya, kamu dan sekumpulan investor lain meminta bantuan manajer investasi untuk mengelola aset investasi kamu.

enis-jenis Reksa dana

Reksa dana ini sendiri terdiri dari beberapa jenis dan jenis reksa dana ini ditentukan oleh ke mana uang investor akan diinvestasikan. Jenis reksa dana yang umumnya tersedia, di antaranya:

1. Reksa dana Pasar Uang

Reksa dana ini mengalokasikan sebagian besar dana kelolaannya ke instrumen pasar uang; seperti deposito, sertifikat Bank Indonesia, atau obligasi dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

2. Reksa dana Pendapatan Tetap

Reksa dana ini mengalokasikan sebagian besar dana kelolaannya ke obligasi atau surat utang.

Menurutku, kedua jenis reksa dana di atas cocok untuk investor yang mau main aman, mengingat risikonya yang relatif kecil. Bukan tanpa risiko sama sekali, karena investasi apa pun pasti ada risikonya.

3. Reksa dana Saham

Sesuai namanya, reksadana ini mengalokasikan sebagian besar dana kelolaannya ke dalam bentuk saham.

4. Reksa dana Campuran

Reksa dana ini mengalokasikan dana kelolaannya ke deposito, sertifikat Bank Indonesia, obligasi, saham, dan lain-lain. Sesuai namanya, campuran.

Itu adalah 4 jenis reksa dana yang umumnya tersedia di Indonesia. Walaupun uang kamu dikelola oleh seorang manajer investasi, tapi pada dasarnya kamu yang berhak memilih untuk berinvestasi ke jenis reksa dana apa, para manajer investasi itu bisa dibilang hanya meracik produk investasi reksa dana untuk ditawarkan kepada para investor atau memberi rekomendasi. Keputusan investasinya tetap ada di tangan kamu.

Keuntungan Investasi Reksa dana

Jika kamu berinvestasi di reksa dana, berikut keuntungan-keuntungan yang mungkin akan kamu dapatkan:

1. Capital Gain atau Keuntungan 

Capital gain ini akan didapatkan ketika NAB (Nilai Aktiva Bersih) per unit atau harga per unit reksa dana yang kamu miliki mengalami kenaikan. Jadi, kamu akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga per unit saat beli dan harga per unit saat  jual.

Untuk reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap, Return atau imbal hasil per tahunnya itu sekitar 5 – 10 persen.

Sementara itu, untuk reksa dana campuran dan reksa dana saham, imbal hasil per tahunnya bisa sampai puluhan persen. Tapi ingat, high risk high return. Meskipun reksa dana campuran dan reksa dana saham bisa memberi imbal hasil sampai puluhan persen, risikonya tinggi juga, bisa rugi puluhan persen. 

Sebagai informasi tambahan, keuntungan yang didapat dari reksa dana ini bukan objek pajak. Jadi, keuntungan yang kamu dapat dari reksa dana tidak akan dipotong pajak lagi.

2. Dikelola oleh Manajer Investasi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, saat membeli reksa dana, uang kamu akan dikelola oleh manajer investasi yang seharusnya lebih paham dan berpengalaman di dunia investasi.

Mengingat reksa dana ini dikelola oleh orang yang profesional, bisa dibilang, risikonya relatif lebih kecil dibandingkan dengan investasi mandiri oleh orang awam yang pengetahuannya terbatas terkait instrumen investasi.

3. Diversifikasi

Pernah dengar tentang diversifikasi, tidak? Singkatnya, diversifikasi (dalam konteks ini) adalah strategi berinvestasi dengan cara mengalokasikan dana ke beberapa instrumen investasi yang berbeda. Tujuannya, salah satunya untuk meredam risiko. 

Sebetulnya, produk investasi seperti saham, obligasi, sertifikat Bank Indonesia, sampai deposito itu bisa langsung kamu beli sendiri. Katakanlah, kamu memiliki waktu untuk mengelola investasi. Jika demikian, mengapa kita harus membeli reksa dana? Mengapa kita enggak beli obligasi atau sahamnya langsung saja? 

Nah, jika kamu masih memiliki keterbatasan dana untuk investasi, salah satu kendala yang akan kamu hadapi adalah diversifikasi. Singkatnya, kamu belum mampu untuk berinvestasi di beberapa jenis instrumen investasi yang berbeda sekaligus.

Misalnya, jika kamu punya uang Rp3 juta, uang tersebut hanya cukup untuk membeli 1 lot saham BCA. Sementara, jika kamu membeli reksa dana senilai Rp3 juta, kamu bisa punya saham BCA, saham BRI, bahkan obligasi, dan deposito sekaligus.

4. Bisa Dibeli Eceran

Seperti yang sudah kita tahu, deposito itu ada deposit minimalnya. Misalnya deposito BCA, deposit minimalnya Rp8 juta. Kalau kamu mau mendapatkan bunga deposito/imbal hasil yang menarik, deposit minimalnya bisa sampai miliaran. Nah, obligasi juga sama, ada pembelian minimalnya, seringnya Rp1 juta. Kalau mau beli saham, pembelian minimalnya 100 lembar.

Nah, reksa dana ini bisa dibeli ‘eceran’ dengan harga yang relatif murah, bahkan ada juga platform yang menawarkan investasi reksa dana mulai dari Rp10.000 saja. Nah, lengkap deh, diversifikasi oke dan bisa dibeli eceran! 

5. Likuid atau Mudah Diperjualbelikan

Reksa dana ini termasuk instrumen investasi yang bisa diperjualbelikan kapan pun. Jadi, jika kamu mendadak butuh uang, reksa dana kamu bisa langsung dicairkan.

Berbeda dengan instrumen investasi seperti deposito atau obligasi yang punya tenggat waktu untuk pencairannya. Misalnya obligasi, yang sebagian produknya tidak bisa langsung dicairkan begitu saja, perlu menunggu waktu jatuh tempo ataupun masa early redemption untuk mencairkannya

Itu adalah 5 keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika berinvestasi di reksa dana. Tapi ingat, namanya investasi tentu ada risikonya juga. Nah, risiko dalam investasi reksa dana tidak akan aku bahas di artikel ini, tapi aku janji untuk membahas tentang risiko reksa dana di artikel lainnya.

Comments are closed.